Program UMKM Naik Kelas 2026 Resmi Bergulir, Pendampingan Jadi Kunci Penguatan Usaha di Sukabumi
SUKABUMI – Pemerintah terus mendorong penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui Program UMKM Naik Kelas 2026 yang resmi diluncurkan di Kabupaten Sukabumi. Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak di 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas serta daya saing pelaku usaha lokal.
Di Kabupaten Sukabumi, sebanyak 90 pelaku UMKM terpilih akan mengikuti program pendampingan selama empat bulan. Program yang digagas Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat ini dirancang untuk membantu pelaku usaha mengembangkan kapasitas bisnis, memperluas akses pasar, dan meningkatkan nilai tambah produknya.
Koordinator Pendamping UMKM Kabupaten Sukabumi, Sri Perina Rahayu, menilai peluncuran program tersebut menjadi langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan usaha mikro agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
Menurutnya, pendampingan yang diberikan tidak hanya menyentuh aspek administrasi usaha, tetapi juga mencakup penguatan tata kelola bisnis, peningkatan mutu produk, strategi pemasaran, hingga pemanfaatan peluang pasar yang lebih luas.
“Program ini memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang lebih baik. Pendamping akan hadir membantu peserta dalam mengidentifikasi potensi usaha, menyelesaikan berbagai kendala yang dihadapi, serta merancang strategi pengembangan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses pendampingan akan dilakukan secara intensif agar setiap peserta memperoleh manfaat nyata dan mampu meningkatkan daya saing usahanya di tengah perkembangan pasar yang semakin dinamis.
Peluncuran Program UMKM Naik Kelas di Kabupaten Sukabumi turut dihadiri Bupati Sukabumi, Ketua Dekranasda Kabupaten Sukabumi, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sukabumi, serta sejumlah kepala perangkat daerah.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sukabumi, Sri Hastuty Harahap, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui peningkatan kualitas UMKM.
“Program ini menjadi titik awal penguatan UMKM agar mampu tumbuh lebih maju, memiliki daya saing yang lebih baik, serta berkontribusi terhadap peningkatan perekonomian daerah,” katanya.
Melalui pendampingan yang terstruktur dan berkelanjutan, pemerintah berharap para pelaku UMKM mampu meningkatkan kualitas usaha, memperluas jaringan pemasaran, serta memanfaatkan teknologi sebagai sarana pengembangan bisnis.
Program ini juga diharapkan dapat melahirkan UMKM yang lebih mandiri, inovatif, dan siap bersaing di pasar yang lebih luas, sehingga mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukabumi.
(Red)
