SMK Pasim Plus Kota Sukabumi Utamakan Pendidikan Karakter: "Kalau Baik, Pasti Berusaha Menjadi Pintar"
Sukabumi Kota – SMK Pasim Plus Kota Sukabumi terus memperkuat komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik dan siap memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki karakter serta akhlak mulia. Sebagai salah satu sekolah swasta yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai SMK Pusat Keunggulan (SMK PK), sekolah ini mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam setiap proses pembelajaran.
Kepala SMK Pasim Plus Kota Sukabumi, Dadang Hidayat, S.E., M.M., mengatakan bahwa filosofi utama sekolah adalah membentuk peserta didik menjadi pribadi yang baik terlebih dahulu, karena karakter yang kuat akan mendorong lahirnya semangat untuk terus belajar dan berkembang.
"Kami percaya bahwa jika seorang murid itu baik, maka dia akan berusaha menjadi pintar. Sebaliknya, orang yang pintar belum tentu memiliki karakter yang baik. Karena itu, pembentukan akhlak menjadi fondasi utama dalam proses pendidikan di SMK Pasim Plus," ujar Dadang.
Pendidikan Karakter Diterapkan Melalui Pembiasaan Religius
Untuk mewujudkan visi tersebut, SMK Pasim Plus menerapkan berbagai program pembiasaan religius yang menjadi bagian dari aktivitas belajar setiap hari. Program tersebut dirancang untuk menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, serta memperkuat kecerdasan spiritual para siswa.
Adapun kegiatan yang rutin dilaksanakan meliputi:
- Shalat Dhuha berjamaah sebelum kegiatan belajar mengajar.
- Pembacaan Al-Ma'tsurat sebagai dzikir pagi bersama.
- Tadarus Al-Qur'an pada jam pelajaran pertama yang dibimbing langsung oleh guru di masing-masing kelas.
Melalui pembiasaan tersebut, sekolah berharap para siswa tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak yang baik sebagai bekal menghadapi kehidupan bermasyarakat.
Siap Kerja, Siap Berkontribusi
Sebagai SMK Pusat Keunggulan, SMK Pasim Plus juga terus memperkuat kompetensi peserta didik agar selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (link and match). Peningkatan keterampilan teknis dipadukan dengan pendidikan karakter sehingga lulusan diharapkan mampu bersaing di dunia kerja tanpa meninggalkan nilai-nilai moral dan etika.
Menurut Dadang Hidayat, kemajuan teknologi dan perkembangan industri harus diimbangi dengan pembentukan karakter yang kuat agar lulusan tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki integritas.
"Kami ingin melahirkan lulusan yang siap bekerja, memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri, sekaligus menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat," jelasnya.
Melalui pendekatan tersebut, SMK Pasim Plus Kota Sukabumi berupaya membuktikan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan membentuk generasi yang berkarakter, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.
(Yosep)
