HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

SDN Manggis Berbenah melalui Program Revitalisasi 2026

 

Sukabumi – Gedung SD Negeri Manggis yang berlokasi di Kampung Manggis Girang RT 001/RW 010, Desa Benda, Kabupaten Sukabumi, tengah menjalani revitalisasi menyeluruh melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026.

Pekerjaan tersebut didukung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan anggaran bersumber dari APBN TA 2026 sebesar Rp1.004.264.545. Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pelaksanaan dilakukan secara swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SD Negeri Manggis dengan masa kerja 120 hari kalender, mulai 12 Juli hingga 12 November 2026.

Revitalisasi difokuskan pada pembongkaran dan penggantian struktur atap gedung utama menggunakan rangka baja ringan. Selain itu, pekerjaan mencakup rehabilitasi lima ruang kelas, satu ruang guru, serta penataan lingkungan sekolah agar lebih rapi, aman, dan nyaman.

Kepala SD Negeri Manggis, Yahya, S.Pd.I., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pendidikan atas perhatian terhadap kondisi sekolah tersebut.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan. Perbaikan ini memang sudah sangat mendesak, mengingat atap dan sejumlah bagian bangunan sudah mengalami kerusakan cukup parah,” ujar Yahya, Senin (10/8/2026).

Ia menegaskan, pengelolaan anggaran revitalisasi dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Dana dikelola secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Setiap perkembangan dan penggunaan anggaran senantiasa dilaporkan kepada Dinas Pendidikan dan instansi terkait melalui tim konsultan,” tegasnya.

Yahya berharap revitalisasi tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap proses pendidikan di SDN Manggis. Dengan kondisi bangunan yang lebih aman dan lingkungan sekolah yang lebih nyaman, para siswa diharapkan semakin bersemangat mengikuti pembelajaran.

“Semoga setelah pekerjaan selesai, lingkungan belajar menjadi lebih aman, rapi dan nyaman, sehingga dapat menunjang kegiatan belajar mengajar serta meningkatkan kinerja tenaga pendidik,” pungkasnya.


(Red)

Posting Komentar
Tutup Iklan